MANILA, FILIPINA— Buku karya penulis muda Indonesia, Abinaya Ghina Jamela, Aku Radio bagi Mamaku, kini hadir dalam versi bahasa Inggris dan diterbitkan di Filipina oleh Isang Balangay. Buku tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Reita Ariyanti dan menjadi salah satu karya Indonesia yang diperkenalkan kepada pembaca Filipina melalui jaringan penerbit dan perbukuan di negara tersebut.
Kehadiran Aku Radio bagi Mamaku di Filipina semakin istimewa dengan kehadiran langsung Abinaya bersama ibunya, Yona Primadesi, pada Manila International Book Fair (MIBF) yang berlangsung di SMX Convention Center, Manila. Pada 13 September, keduanya menjadi pembicara dalam sebuah talk show bertajuk “Changing Radio Station” yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan MIBF.
Sesi talk show dimulai pada pukul 10.00 waktu Manila dan dipandu oleh Joel Donato Ching Jacob. Selama kurang lebih 60 menit, Abinaya dan Yona berbagi cerita mengenai perjalanan Aku Radio bagi Mamaku, proses kreatif, serta pengalaman buku tersebut menempuh perjalanan dari Indonesia hingga diterbitkan dan diperkenalkan kepada pembaca di Filipina.
Bagi Abinaya, perjumpaan langsung dengan pembaca Filipina menjadi bagian penting dari perjalanan bukunya. Aku Radio bagi Mamaku tidak hanya hadir sebagai karya yang diterjemahkan ke dalam bahasa lain, tetapi juga menjadi jembatan pertemuan antara penulis muda Indonesia dengan pembaca dari negara tetangga.
Setelah sesi talk show berakhir, kegiatan dilanjutkan dengan book signing bersama Abinaya. Antusiasme publik terlihat dari sambutan hangat pembaca dan pengunjung Manila International Book Fair yang hadir untuk bertemu langsung dengan Abinaya dan mendapatkan tanda tangan pada buku.
Karya-Karya Gorga Hadir di Booth Isang Balangay

Tidak hanya Aku Radio bagi Mamaku, sejumlah karya yang diterbitkan oleh Gorga juga turut diperkenalkan kepada pengunjung Manila International Book Fair melalui booth Isang Balangay.
Beberapa judul tersebut antara lain Menyelamatkan Butet, Lomok dan Toko Permen Tua, Saksi-Saksi, dan Ingatan Masa Kecil yang seluruhnya ditampilkan dalam versi bahasa Inggris.
Kehadiran karya-karya tersebut memperlihatkan semakin terbukanya ruang pertukaran karya antara penerbit Indonesia dan Filipina. Bagi Gorga, partisipasi di Manila International Book Fair tidak sekadar menjadi kesempatan untuk memperkenalkan buku-buku Indonesia kepada pembaca internasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun jejaring penerbitan dan memperluas akses karya-karya penulis Indonesia ke pasar global.
Sementara itu, kehadiran Aku Radio bagi Mamaku dalam bahasa Inggris memberikan pengalaman tersendiri bagi Abinaya sebagai penulis muda Indonesia. Buku yang lahir dari kedekatan dan pengalaman personal tersebut kini menemukan pembaca baru di luar Indonesia.
Pertemuan di Manila juga menunjukkan bahwa karya sastra anak dan remaja dapat menjadi medium yang mempertemukan pengalaman, keluarga, bahasa, dan budaya dari berbagai negara. Dari Indonesia ke Filipina, perjalanan Aku Radio bagi Mamaku menjadi salah satu contoh bagaimana sebuah cerita dapat melampaui batas bahasa dan geografis untuk menemukan pembacanya yang baru.
Melalui penerbitan oleh Isang Balangay dan kehadiran langsung Abinaya di Manila International Book Fair, Aku Radio bagi Mamaku kini memiliki babak baru dalam perjalanan panjangnya: berbicara kepada pembaca Filipina dengan bahasa yang berbeda, tetapi tetap membawa cerita dan pengalaman yang sama.

Leave a Reply