Istanbul, Turki — Penerbit Gorga kembali memperluas jejaringnya di kancah penerbitan internasional melalui kehadiran Abinaya Ghina Jamela dan Yona Primadesi dalam Istanbul Publishing Fellowship (IPF) 2026 yang berlangsung di Istanbul, Turki, pada 10–12 Februari 2026.
Dalam kegiatan yang mempertemukan pelaku industri penerbitan dari berbagai negara tersebut, Abinaya Ghina Jamela hadir sebagai salah satu penulis Penerbit Gorga. Sementara itu, Yona Primadesi, Founder dan Right Director Penerbit Gorga, mewakili Gorga dalam berbagai agenda pertemuan profesional dan diskusi dengan penerbit internasional.
Abinaya Memperkenalkan Karya
melalui Pitching
Salah satu pengalaman penting dalam keikutsertaan Gorga pada IPF 2026 adalah kesempatan Abinaya untuk melakukan pitching dan memperkenalkan karya-karyanya kepada penerbit buku anak dan remaja dari berbagai negara.
Melalui sesi pitching tersebut, Abinaya tidak hanya memperkenalkan buku-buku yang telah diterbitkannya, tetapi juga berkesempatan berinteraksi secara langsung dengan penerbit yang memiliki ketertarikan pada literatur anak dan remaja.
Pertemuan langsung dengan penerbit dari berbagai negara memberikan pengalaman bagi penulis untuk memahami bagaimana sebuah karya diperkenalkan dalam konteks industri penerbitan internasional. Pitching juga menjadi ruang untuk mendiskusikan kemungkinan penerjemahan dan penerbitan karya dalam bahasa serta pasar yang berbeda.
Bagi Gorga, kesempatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkenalkan penulis Indonesia kepada jejaring penerbitan global, terutama dalam bidang buku anak dan remaja.
Gorga Membuka Peluang Pertukaran Hak Penerbitan
Selain membawa karya penulisnya ke ruang internasional, Gorga juga memanfaatkan IPF 2026 sebagai ruang untuk memperkenalkan katalog buku Gorga kepada penerbit-penerbit dari berbagai negara.
Yona Primadesi selaku Founder dan Right Director Penerbit Gorga melakukan pertemuan dengan sejumlah penerbit internasional untuk memperkenalkan karya-karya Gorga sekaligus mendiskusikan peluang kerja sama penerbitan dan penerjemahan.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam semangat pertukaran dua arah. Tidak hanya memperkenalkan karya-karya Indonesia kepada penerbit luar negeri, Gorga juga membuka kemungkinan bagi karya dari negara lain untuk diterjemahkan dan diterbitkan di Indonesia.
Dengan demikian, kehadiran Gorga dalam IPF tidak semata-mata menjadi kesempatan untuk membawa buku Indonesia ke pasar internasional, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas akses pembaca Indonesia terhadap karya-karya dari berbagai belahan dunia.
Indonesia sebagai Market Focus IPF 2026
Keikutsertaan Gorga pada IPF 2026 menjadi semakin istimewa karena Indonesia ditetapkan sebagai market focus dalam penyelenggaraan Istanbul Publishing Fellowship tahun ini.
Posisi tersebut memberikan ruang yang lebih besar bagi karya dan industri penerbitan Indonesia untuk diperkenalkan kepada pelaku penerbitan Turki dan internasional. Bagi Gorga, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan karakter, keragaman, dan potensi karya-karya Indonesia, khususnya buku anak dan remaja, kepada mitra penerbitan di luar negeri.
Market focus juga membuka peluang terjadinya percakapan yang lebih intensif mengenai hak penerbitan, penerjemahan, serta kemungkinan kerja sama antara penerbit Indonesia dan penerbit dari negara lain.
Bagi Penerbit Gorga, kehadiran Abinaya dan Yona dalam IPF 2026 memperlihatkan dua sisi penting dari ekosistem penerbitan: penulis yang membawa karya dan gagasannya ke ruang internasional, serta penerbit yang membangun jejaring agar karya tersebut dapat bergerak melampaui batas bahasa dan negara.
Melalui forum internasional seperti Istanbul Publishing Fellowship, Gorga terus berupaya membangun jembatan antara karya Indonesia dan pembaca dunia, sekaligus membuka pintu agar karya-karya internasional dapat hadir dan menemukan pembacanya di Indonesia.

Leave a Reply